EPL 29 : Man United 1 – Liverpool 4
Liverpool menghajar habis Manchester United di kandang yang katanya keramat bin angker dengan skor telak 4-1. Rekor kemenangan ini memupus habis performa The Reds yang cukup buruk dalam 4 tahun terakhir di kandang MU tersebut, sekaligus membuat rekor double wins setelah pada pertemuan pertama di Anfield nan keramat dan agung, MU juga takluk dengan skor 2-1, setelah gol Tevez di balas dengan gol bunuh dir Brown dan Babel.
Turun dengan formasi yang cukup baik, Liverpool mengambil inisiatif penyerangan. Akselerasi Torres dalam mengelabui Vidic masih dapat diredam. Namun MU justru mendapatkan gol pertama pasca Park dijatuhkan Reina di kotak penalti. Reina tidak harus mengambil keputusan menghadang Park karena bola sebenarnya cukup jauh untuk membahayakan gawangnya. Eksekusi penalti sukses dijalankan Ronaldo di menit 23 tersebut. MU unggul 1-0. The Kop kembali berusaha untuk menyamakan kedudukan, namun dapat dipatahkan MU dan berbalik menyerang ke kotak penalti Reina lagi. Dari sebuah kemelut di samping gawang, bola dikirimkan jauh ke depan oleh Skrtel mengingat ada Nando No. Nine yang diapit Ferdinand-Vidic. Nama terakhir gagal mengamankan bola pasca pertarungannya dengan Torres sehingga FT9 tinggal berhadapan dengan Van Der Saar yang cukup tenang melihat Torres membobol gawangnya. Skor imbang 1-1. Kerjasama FT9 dan SG8 semakin apik. Sebuah sodoran pendek terukur FT9 ke dalam kotak penalti MU dikontrol Captain Fantastic sebelum dijatuhkan Evra. Penaltipun sukses digenjot Sang Skipper. Sambil mencium logo Gerrard merayakan skor 1-2 tersebut seraya mencium kamera. Babak pertama MU sukses ketinggalan 1-2.
Babak kedua berjalan lebih hati-hati dengan akselerasi yang tetap tinggi. Menit 75 Fergie menggantikan tiga pemain sekaligus!. Setelah Rafa mengganti Riera dengan Dossena. Namun justru hal itu yang membuat MU semakin berlubang. Sodoran pendek tumit belakang Kuyt kepada Gerrard yang berlari ke sisi kiri kotak penalti MU berhasil membuat Vidic kalah langkah dan secara terpaksa menarik celana Gerrard. Wasit pun langsung mengusir Vidic keluar lapangan dengan kartu merah, kedua setelah di Anfield Vidic juga malang dengan kartu yang sama. Eksekusi yang diambil Aurelio sukses membuat Van Der Saar terpana. Tendangan melengkung Aurelio ke sudut kiri atas gawang memang cukup sulit, meski sepertinya VDS lebih bersiap untuk Gerrard yang mengeksekusi bukan Aurelio. Skor makin menenangkan, 1-3. Sebelum akhirnya Liverpool menghadiahi gol penutup pesta yang lagi-lagi dari Dossena. Menerima sodoran Reina dari gawang menemui sang italiano yang cuman dijaga O’shea dan VDS udah kadung emosi melihat gawang kebobolan malah berlari menyongsong bola, yang cuma dilambungkan pelan oleh Dossena. VDS kembali “tenang-kalem” melihat gawang bobol lagi. Gol Dossena membuat Gerrard Torres kaget di bangku cadangan, karena berpikiran 3 gol udah cukup memastikan kemenangan. Sip, pasti, 1-4! Telak, puas dan memabukkan!
Keep Chases, Keep Believes, Keep Fights, Lads!
We Will Ensure That You’ll Never Walk Alone!
Go, Reds!
LFC : Reina, Carragher, Skrtel, Hyypia, Aurelio, Kuyt, Mascherano, Lucas, Riera, Gerrard (c), Torres
Subs : Dossena, Babel, El Zhar